Gelombang Iman di Jantung Kota: 10 Ribu Warga Berau Sambut Ramadan dalam Satu Malam Kebersamaan
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Malam di Lapangan GOR Pemuda Tanjung Redeb, ini terasa berbeda. Ribuan pasang mata tertuju ke panggung utama, sementara lantunan Dzikri dan Shalawat menggema menyatu dengan udara malam. Sekitar 10 ribu warga dari berbagai penjuru Kabupaten Berau tumpah ruah dalam Tabligh Akbar yang digelar PT Berau Coal (BC) .
Kegiatan tersebut
menjadi rangkaian peringatan Isra Mi'raj 1447 Hijriah, Tarhib Ramadan,
sekaligus penutupan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026.
Tema yang diusung, “Meneladani Rasulullah: Menjadi Pribadi Produktif dan
Amanah”, terasa relevan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Kehadiran
Ustaz Das’ad Latif menjadi magnet utama malam itu. Dengan gaya ceramah yang
tegas, lugas, dan diselingi humor segar, ia mampu menghidupkan suasana
sekaligus menggugah kesadaran jamaah.
Sejak sore hari, arus
jamaah tak henti berdatangan. Keluarga, remaja, hingga para orang tua duduk
berdampingan, menciptakan ruang kebersamaan lintas usia dan latar belakang.
Momen ini bukan sekadar ceramah agama, melainkan pertemuan akbar masyarakat
yang menyatukan semangat spiritual menjelang Ramadan.
“Semakin mulia tamu
itu, semakin besar persiapan kita. Ramadan adalah tamu agung bagi umat Islam,”
ujarnya lantang, disambut gemuruh takbir dan tepuk tangan jamaah.
Tabligh Akbar ini
menjadi penutup rangkaian kegiatan Bulan K3 Nasional PT Berau Coal. Pada pagi
harinya, perusahaan lebih dahulu menggelar Berau Coal Run 2026 yang diikuti
lebih dari 3.700 peserta. Dari olahraga yang menguatkan fisik hingga tausiyah
yang menenangkan batin, rangkaian kegiatan ini dirancang sebagai satu kesatuan
pesan.
General Manager
Operational Support & Relations PT Berau Coal, Cahyo Andrianto, menegaskan
komitmen perusahaan dalam menghadirkan manfaat menyeluruh bagi masyarakat.
“Malam ini kita
menguatkan rohani dengan berdzikir dan menimba ilmu. Keduanya penting untuk
kualitas hidup yang seimbang,” ujarnya.
Menurutnya, penutupan
Bulan K3 Nasional bukan akhir dari komitmen keselamatan dan kepedulian sosial,
melainkan titik awal untuk terus membangun sinergi bersama pemerintah dan
masyarakat. Wakil Bupati Berau, Gamalis, yang hadir bersama unsur Forkopimda dan
jajaran pemerintah daerah, turut memberikan apresiasi. Ia mengajak masyarakat
menjadikan momentum ini sebagai persiapan spiritual menyambut Ramadan.
“Tabligh akbar ini mengingatkan kita untuk memperbaiki akhlak, memperkuat ukhuwah, dan menjadikan Rasulullah sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya. Apresiasi juga disampaikan kepada Majelis Dzikir Wa Ta’lim Rotibul Haddad atas kontribusinya dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Malam itu, GOR Pemuda
bukan sekadar ruang terbuka. Ia menjelma menjadi titik temu harapan, doa, dan
kebersamaan. Di tengah gemuruh takbir dan lantunan shalawat, warga Berau
diingatkan bahwa pembangunan daerah tak hanya soal fisik dan ekonomi, tetapi
juga tentang iman, keselamatan, dan kepedulian sosial. Dari langkah kaki di
lintasan lari hingga tangan yang terangkat dalam doa, Berau menyambut Ramadan
dengan satu pesan yang sama: keseimbangan jasmani dan rohani adalah fondasi
menuju kehidupan yang lebih baik. (sep/FN)